Rabu, 29 Juni 2011

Matkul Konsep Dasar Biologi

TUGAS
BENTUK-BENTUK SEL dan SEL TUMBUHAN
Guna memenuhi syarat
Mata Kuliah : Pembelajaran Biologi MI
Dosen Pengampu : Dra. Sri Margowati M. Kes

Oleh : IWAN MUHAIMIN 08.0405.0022

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG 2011

Macam-macam bentuk Sel

Secara umum, sel makhluk hidup dibagi atas dua macam, yaitu prokariotik dan eukariotik. Berikut ini perbedaan sel prokariotik dan eukariotik :

A. Sel Prokariotik (Tidak memiliki membran inti)
Memiliki:
Dinding sel, membran plasma & sitoplasma
Mesosom
Ribosom
DNA / RNA
Tilakoid
Plasmid
Ukurannya1-10 µm
Bentuk nucleoid; tidak punya nucleus nyata
Sel membelah secara Binary fission (pembelahan sederhana)
Hanya dimiliki oleh makhluk hidup kingdom monera

B. Sel Eukariotik (memiliki membran inti)
Memiliki :
Dinding sel, membran plasma & sitoplasma
Mitokondria
Ribosom
DNA / RNA
Sentriol
Retikulum endoplasma
Badan Golgi
Lisosom
Badan Mikro
Mokritubulus & mikrofilamen
Ukurannya 10-100 µm
Bentuk real nucleus dengan double membrane
Sel membelah secara Mitosis dan Meiosis
Dimiliki oleh makhluk hidup kingdom protista, fungi, plantae dan animalia.
Sel juga dapat dibagi berdasarkan jaringan yang dibentuknya, misalnya :
1. Sel saraf
2. Sel otot
3. Sel tulang
4. Sel kulit
5. Sel rambut
Selain itu, terdapat juga jenis – jenis sel khusus, antara lain :
1. Sel Tidak Berinti, contohnya trombosit dan eritrosit (Sel darah merah). Di dalam sel darah merah, terdapat Haemoglobin sebagai pengganti nukleus (inti sel).
2. Sel Berinti Banyak, contohnya Paramecium sp dan sel otot
3. Sel hewan berklorofil, contohnya euglena sp. Euglena sp adalah hewan uniseluler berklorofil. 4. Sel pendukung, contohnya adalah sel xilem. Sel xilem akan mati dan meninggalkan dinding sel sebagai "tulang" dan saluran air. Kedua ini sangatlah membantu dalam proses transpirasi pada tumbuhan. Sel memiliki bentuk yang bermacam – macam. Pada sel hewan, bentuknya tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel sehingga membran sel dapat berberak bebas. Pada sel tumbuhan, bentuknya tetap karena memiliki dinding sel sehingga gerakan membran sel terbatas. Bentuk – bentuk sel bisa berbentuk batang (basil), bulat (coccus), oval, spiral, dll.
Sel tumbuhan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Sel tumbuhan cukup berbeda dengan sel organisme eukariotik lainnya. Fitur-fitur berbeda tersebut meliputi:
• Vakuola yang besar (dikelilingi membran, disebut tonoplas, yang menjaga turgor sel dan mengontrol pergerakan molekul di antara sitosol dan getah.
• Dinding sel yang tersusun atas selulosa dan protein, dalam banyak kasus lignin, dan disimpan oleh protoplasma di luar membran sel. Ini berbeda dengan dinding sel fungi, yang dibuat dari kitin, dan prokariotik, yang dibuat dari peptidoglikan.
• Plasmodesmata, merupakan pori-pori penghubung pada dinding sel memungkinkan setiap sel tumbuhan berkomunikasi dengan sel berdekatan lainnya. Ini berbeda dari jaringan hifa yang digunakan oleh fungi.
• Plastida, terutama kloroplas yang mengandung klorofil, pigmen yang memberikan warna hijau bagi tumbuhan dan memungkinkan terjadinya fotosintesis.
• Kelompok tumbuhan tidak berflagella (termasuk konifer dan tumbuhan berbuga) juga tidak memiliki sentriol yang terdapat di sel hewan.
Tipe sel
• Sel Parenkim - Sel ini memiliki fungsi untuk menyokong berdirinya tumbuhan, juga merupakan dasar bagi semua struktur dan fungsi tumbuhan. Sel parenkim memiliki dinding primer yang tipis, dan sitoplasma yang sangat fungsional. Sel ini hidup saat dewasa, dan bertanggung jawab terhadap fungsi biokimia.
• Sel kolenkim
• Sel skelerenkim
Tipe jaringan
• Jaringan epidermis - jaringan paling luar yang membungkus tumbuhan
• Jaringan pengangkut - berperan dalam pengangkutan di dalam tubuh tumbuhan
• Jaringan tanah - melakukan fotosintesis, penyimpanan makanan, dan penyokong struktur.
o Parenkim - Dinding primer tipis, tidak memiliki dinding sekunder; dapat berkembang menjadi jaringan tumbuhan yang lebih terspesialisasi.
o Kolenkim - Dinding primer yang tebal, bergabung untuk menyokong bagian tumbuhan yang sedang tumbuh.
o Sklerenkim - Dinding sekunder tebal, menyokong bagian tumbuhan yang tidak tumbuh

Materi referensi:
http://www.pertaniansehat.or.id/?pilih=n…
http://biologi-staincrb.web.id/blog/stru…
http://id.wikipedia.org/wiki/Sel
Buku Biologi SMA Jilid 2A

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda